DECEMBER 9, 2022
Nusantara

Yayasan Borneo Orangutan Survival: 300 Lebih Orang Utan Menanti Pelepasliaran ke Hutan Kalimantan Timur

image
Individu orang utan di pusat rehabilitasi. (ANTARA/Rendhik Andika)

"Mari kita teruskan komitmen bersama untuk masa depan yang lebih baik bagi orang utan dan hutan tempat mereka hidup," katanya.

Dia mengatakan upaya konservasi tanggung jawab bersama yang hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), sektor swasta, dan masyarakat umum.

"Dengan kerja sama yang solid, kita dapat melindungi dan melestarikan hutan serta spesies yang ada di dalamnya," kata Jamartin.

Baca Juga: Pemerintah Wajib Tahu, Ini 43 Area Penting pada Ikan Hiu dan Pari di Indonesia untuk Konservasi

Dia mengajak semua pihak terus berpartisipasi dan memberikan dukungan demi keberlangsungan hidup orang utan.

Kepala BKSDA Kalteng Persada Agussetia Sitepu mengatakan bahwa bermitra dengan organisasi nonpemerintah, seperti BOS, salah satu upaya mengoptimalkan  program konservasi.

"Dalam rangka konservasi dan mencegah konflik antara manusia dan orang utan, diperlukan pendekatan yang holistik yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi non-pemerintah, perusahaan, dan masyarakat lokal," katanya.***

Baca Juga: Kasus Penjualan Hewan Lindung Belangkas Sebanyak 1.600 Ekor, PN Medan Memvonis 9 Bulan Penjara untuk Kedua Pelaku

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait