DECEMBER 9, 2022
Nusantara

Dunia Anak dalam Lukisan Artificial Intelligence Denny JA

image
Lukisan Artificial Intelligence AI Denny JA (Politiabc.com/kiriman)

Tema pemilihan presiden dan covid 19 di lantai dua antara lain misalnya, bagaimana Denny JA merekonstruksi saat Gibran hadir dengan kalimat imajinatif “ Tenang Pak Prabowo, saya sudah hadir di sini.” 

Peristiwa ini sungguh sebuah satir yang getir. Kayaknya, Denny JA ingin memberi pesan soal tatakrama dalam peristiwa itu. 

Tahun 2019 hingga 2021 merupakan tahun-tahun buruk bagi dunia terutama Indonesia. Betapa tidak, pandemi Covid 19 merupakan “maha duka” bagi keluarga Indonesia dengan munculnya monster berupa virus yang divisualkan oleh Denny JA sebagai “the birth of A Monster” entitas pencabut nyawa. Beratus ribu nyawa melayang. 

Baca Juga: Denny JA: Universalization of the Religious Message

Namun, peristiwa itu berhenti ketika secara resmi Indonesia melalui WHO menyatakan bebas virus covid 19, yang sangat impresif dilukiskan dengan tangan-tangan menggapai masker putih. 

Lukisan yang berjudul “Welcome 2023 A Pandemi Free Year” itu, seakan mengingatkan orang-orang masih terikat dengan masker meski pemerintah menyatakan bebas covid.

Peristiwa demi peristiwa dan suasana demi suasana dihadirkan Denny JA dalam wujud lukisan AI. 

Baca Juga: 5 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA untuk HUT ke-497 Jakarta

Selain tema-tema tempo dulu dan masa depan, tema tokoh-tokoh dan revisiting, adalah tema anak-anak di Gaza (Lantai enam) merupakan peristiwa yang menyita perhatian Denny JA  olehkarena anak-anak di Gaza (Palestina) banyak  terbunuh lantaran seragan bom dan meriam oleh tentara Israel.

Potret anak korban serangan brutal yang dipamerkan hampir semua terungkap yang tak lain sebuah realitas sosial dan kemanusiaan dalam kota Gaza  yang porak poranda. 

Anak-anak kehilangan ibu bapaknya, juga keluarga. Pada gilirannya, nasib merekate-terombang-ambing tanpa perlindungan. Hal itu digambarkan Denny JA , bahwa anak-anak Gaza begitu suram memandang masa depannya. Anak-anak Gaza yang yatim  piatu menjadi tidak berdaya. 

Baca Juga: Denny JA Terbitkan Buku Puisi Esai ke-6 tentang Sisi Gelap Sejarah Kemerdekaan

Sebagaimana diungkapkan oleh Denny JA dalam satu karya lukisan seorang anak lelaki terduduk setengah berdiri  mengenakan dua sayap sebagai simbol kebebasan memandang kota yang hancur dengan memakai teknik Artificial Intelligence (AI). 

Halaman:
1
2
3

Berita Terkait