Catatan Denny JA: Hukum Kedua Hidup Bermakna, Positivity
- Penulis : Ulil
- Sabtu, 19 Oktober 2024 08:31 WIB

Positivity bukanlah konsep baru. Ia telah ada selama ribuan tahun dalam berbagai ajaran spiritual dan filsafat di seluruh dunia.
Dalam Islam, husnuzon (berprasangka baik) mengajarkan kita untuk selalu berprasangka baik kepada Tuhan dan sesama manusia. Meski cobaan datang, umat Muslim diajarkan untuk percaya bahwa setiap kesulitan memiliki hikmah tersendiri.
Dalam agama Kristen, positivity tercermin dalam ajaran kasih dan pengampunan. Yesus Kristus mengajarkan kita untuk mencintai bahkan musuh kita.
Baca Juga: LSI Denny JA: Jokowi Menerima 3 Rapor Positif, 3 Rapor Netral, dan 1 Rapor Negatif
Sikap ini adalah puncak positivity—pengampunan adalah kebesaran jiwa yang hanya mungkin dicapai melalui pandangan positif yang mendalam terhadap manusia dan kemanusiaan.
Buddhisme mengajarkan metta atau cinta kasih tanpa syarat, di mana kita memelihara pikiran positif terhadap semua makhluk.
Positivity dalam Buddhisme bukan sekadar perasaan baik, tetapi merupakan latihan harian dalam memberikan cinta kasih dan kebaikan kepada diri sendiri dan orang lain, melampaui ego dan batas diri.
Baca Juga: Denny JA Meluncurkan Program Desa Kreator Cerdas AI yang Pertama di Doplang, Blora
Dalam ajaran Hindu, konsep santosh (kepuasan batin) mengajarkan positivity dalam bentuk penerimaan—bukan pasrah, tetapi penerimaan yang aktif dan sadar akan apa yang terjadi, sambil terus berusaha menuju kebaikan yang lebih besar.
Konfusianisme mengajarkan pentingnya harmoni sosial, yang hanya bisa dicapai dengan sikap positif terhadap hubungan dengan orang lain. Melalui tindakan yang etis dan bertanggung jawab, positivity menciptakan keharmonisan dalam hubungan antarindividu dan masyarakat.
Bahkan dalam tradisi non-agama seperti Stoikisme, positivity hadir dalam bentuk kendali diri. Stoik seperti Epictetus menekankan bahwa meskipun kita tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi pada kita, kita bisa mengendalikan bagaimana kita bereaksi.
Baca Juga: 4 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Memperingati Hari Rumi
Ini adalah esensi dari positivity—penerimaan yang bijak terhadap dunia yang tak selalu bisa dikendalikan, sambil terus berfokus pada apa yang bisa kita lakukan.